ironisnya….
Dua hari yang lalu gw nempelin pamflet di daerah kost-an anak Marnath dengan semangat ‘45, ini merupakan aksi tahap ke-4 yang gw lakukan. tahap ke -4 ini ada sekitar 100 lembar yang disebarin. kali ini gw nyebarin ke kost2-an yang terbilang cukup ‘high class’ compared with my early boardinghouse. .
.
ngeliat rumah kost mereka yang bagus2, gw jadi merasa minder. oh my GOd… gw susah2 cari duit sampe harus nyebarin pamflet sendiri malem2 kaya gini (sampe demam)…mereka terfasilitasi dengan enaknya. belum lagi yang namanya bisnis kecil2an, order dan pendapatan tu ga terprediksi. .. ; ((
.
contohnya aja sekarang… itung2 pendapatan gw perhari…ongkos plus makan aja ga mencukupi. belum lagi gw rajin akses internet utk meng-update informasi. kadang ingin menitikkan airmata. beginikah susahnya cari duit ???
.
belum lagi bayar listrik, kost, air, shampoo, sabun, kosmetik, pakaian…pulsa..hiks..:(( . salah satu impian gw adalah bisa akses internet di rumah sendiri freely tanpa harus mikir duit dan bisa akses informasi from abroad. misalnya ada TV kabel ato indovision. but dengan penghasilan kaya gini?? mereka dengan mudahnya mendapatkan fasilitas tersebut.
.
ironis sekali… . sambil memandang kost-an mereka yang bahkan jauh lebih bagus dari rumah gw, gw berpikir…" TUhan…kapan gw bisa punya rumah sebagus ini dengan pendapatan yang seperti ini?" gimana gw akan memfasilitasi hidup anak gw kelak dengan pendapatan yang seperti ini? gimana cara gw berlomba dengan waktu dan upgrade kemampuan gw dengan seabrek skill yang harus gw miliki utk mengejar impian gw dengan penghasilan seperti ini?
.
bingung….